Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/145161683X?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Abundance%3A-The-Future-Is-Better-Than-You-Think-Peter-H-Diamandis.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/abundance-the-future-is-better-than-you-think/id1649592402?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Abundance+The+Future+Is+Better+Than+You+Think+Peter+H+Diamandis+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Abundance-Peter-H-Diamandis.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Abundance-Peter-H-Diamandis.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Abundance-Peter-H-Diamandis.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/145161683X/
#perubahaneksponensial #kelimpahankebutuhandasar #konvergensiteknologi #kompetisihadiahXPRIZE #risingbillion #Abundance
Abundance: The Future Is Better Than You Think adalah buku nonfiksi tentang inovasi teknologi, pembangunan global, dan cara manusia membayangkan masa depan. Ditulis oleh Peter H. Diamandis bersama penulis sains Steven Kotler, buku yang pertama terbit pada 2012 ini menolak pandangan bahwa pertumbuhan penduduk dan kelangkaan sumber daya pasti berakhir pada krisis permanen. Argumen utamanya bukan bahwa masalah dunia itu kecil, melainkan bahwa kemampuan teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada intuisi manusia yang cenderung linear. Diamandis dan Kotler menelaah peluang untuk memperluas akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk air bersih, pangan, energi, layanan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan konektivitas internet. Mereka menggabungkan penjelasan mengenai teknologi eksponensial dengan contoh inovator, perusahaan rintisan, filantropi berbasis teknologi, serta gerakan inovasi mandiri. Tujuan buku ini adalah menggeser pembaca dari pola pikir kelangkaan menuju penilaian yang lebih konkret atas kapasitas manusia memecahkan masalah besar. Namun, optimisme yang ditawarkan tetap perlu dibaca sebagai kerangka kemungkinan, bukan sebagai jaminan otomatis bahwa teknologi akan menyelesaikan semua persoalan sosial dan politik.