Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/0765808684?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Democracy-%E2%80%93-The-God-That-Failed-Hans-Hermann-Hoppe.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/democracy-the-god-that-failed-the-economics/id1566253988?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Democracy+The+God+That+Failed+Hans+Hermann+Hoppe+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Democracy-%E2%80%93-The-God-That-Failed-Hans-Hermann-Hoppe.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Democracy-%E2%80%93-The-God-That-Failed-Hans-Hermann-Hoppe.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Democracy-%E2%80%93-The-God-That-Failed-Hans-Hermann-Hoppe.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/0765808684/
#Pemerintahmilikpribadi #Preferensiwaktupolitik #Hakpilihuniversal #Tatananalamiah #Sekesidandesentralisasi #DemocracyTheGodThatFailed
Democracy The God That Failed adalah kumpulan esai politik dan ekonomi karya Hans Hermann Hoppe, pertama kali terbit pada 2001. Buku ini berada dalam tradisi ekonomi Austria dan libertarian radikal, dengan tujuan menantang anggapan umum bahwa demokrasi modern selalu merupakan kemajuan atas monarki. Hoppe tidak sekadar membandingkan pemilihan umum dengan pemerintahan turun temurun. Ia memakai kerangka hak milik, insentif, dan preferensi waktu untuk menjelaskan mengapa ia menilai penguasa demokratis cenderung mengejar manfaat jangka pendek, sementara raja memiliki alasan lebih besar untuk menjaga nilai jangka panjang wilayah yang dikuasainya. Namun, posisi akhir Hoppe bukan pembelaan terhadap monarki. Ia menganggap kedua bentuk negara sama sama bermasalah karena bertumpu pada monopoli pemaksaan dan perpajakan. Alternatif yang diajukannya disebut tatanan alamiah, yaitu masyarakat berbasis kepemilikan pribadi, kontrak sukarela, dan persaingan antarwilayah. Argumennya sangat provokatif, serta memicu perdebatan serius mengenai sejarah, kebebasan, kesetaraan politik, dan kelayakan masyarakat tanpa negara.