Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1941393470?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Do-What-You-Love%3A-And-Other-Lies-About-Success-and-Happiness-Miya-Tokumitsu.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/life-coach-discover-your-purpose-do-what-you-love-and/id989388237?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Do+What+You+Love+And+Other+Lies+About+Success+and+Happiness+Miya+Tokumitsu+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Do-What-You-Love-Miya-Tokumitsu.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Do-What-You-Love-Miya-Tokumitsu.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Do-What-You-Love-Miya-Tokumitsu.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1941393470/
#mitoslakukanpekerjaanyangkamucintai #eksploitasikerjaberbasisgairah #magangtanpabayaran #ketimpangankelasdalamkarier #batasantarahidupdanpekerjaan #DoWhatYouLove
Do What You Love: And Other Lies About Success and Happiness adalah buku kritik sosial karya Miya Tokumitsu, yang pertama kali terbit pada 2015. Buku nonfiksi ini membongkar slogan populer, lakukan pekerjaan yang kamu cintai, atau dalam bahasa Inggris do what you love. Tokumitsu tidak mengatakan bahwa menikmati pekerjaan itu buruk. Sasaran utamanya adalah keyakinan budaya bahwa gairah pribadi otomatis dapat, dan seharusnya, menghasilkan keamanan ekonomi, martabat, serta kebahagiaan. Menurutnya, gagasan tersebut terdengar membebaskan, tetapi sering menutupi cara kerja ketimpangan di pasar tenaga kerja modern. Orang yang punya tabungan, jaringan, pendidikan, atau dukungan keluarga lebih mampu mengambil risiko demi pekerjaan ideal. Sementara itu, banyak pekerja lain menghadapi magang tanpa bayaran, kerja kontrak, posisi sementara, atau upah rendah, sambil tetap diminta menunjukkan antusiasme. Dengan gaya argumentatif yang ringkas, Tokumitsu mengajak pembaca memisahkan nilai manusia dari pekerjaan, lalu melihat kondisi kerja sebagai persoalan bersama, bukan semata bukti pilihan dan sikap individu.