Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/B077MLJ72D?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Gigged%3A-The-End-of-the-Job-and-the-Future-of-Work-Sarah-Kessler.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/gigged/id1441747437?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Gigged+The+End+of+the+Job+and+the+Future+of+Work+Sarah+Kessler+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Gigged-Sarah-Kessler.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Gigged-Sarah-Kessler.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Gigged-Sarah-Kessler.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/B077MLJ72D/
#Ekonomigig #Kerjaberbasisplatform #Kontraktorindependen #Algoritmadansistempenilaian #Risikodanperlindunganpekerja #Gigged
Gigged: The End of the Job and the Future of Work karya jurnalis Sarah Kessler adalah buku nonfiksi tentang perubahan kerja di Amerika Serikat, ketika pekerjaan tetap semakin berdampingan dengan kerja lepas yang diperantarai teknologi. Kessler menelaah ekonomi gig melalui pengalaman orang-orang yang mencari nafkah sebagai pengemudi, pekerja lepas, pengembang perangkat lunak, dan pelaku kerja berbasis aplikasi. Tujuannya bukan sekadar menjelaskan kemunculan Uber, TaskRabbit, atau platform sejenis, melainkan menguji janji utama model ini, yaitu kebebasan, fleksibilitas, dan peluang ekonomi. Dengan pelaporan yang berfokus pada kehidupan pekerja, buku ini memperlihatkan bahwa kemudahan aplikasi bagi pelanggan dan perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian biaya, waktu, serta perlindungan sosial kepada individu. Gigged juga menempatkan fenomena tersebut dalam pertanyaan yang lebih besar, tentang siapa yang memiliki kuasa untuk menetapkan syarat kerja, siapa yang menanggung risiko ketika permintaan berubah, dan seperti apa masa depan pekerjaan yang layak. Pendekatannya bersifat naratif sekaligus analitis, sehingga isu ketenagakerjaan terasa konkret tanpa kehilangan konteks sosialnya.