Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/0451222954?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Road-Map-to-Holland-Jennifer-Graf-Groneberg.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/the-touchstone-tools-building-your-way-to-an/id1047315314?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Road+Map+to+Holland+Jennifer+Graf+Groneberg+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Road-Map-to-Holland-Jennifer-Graf-Groneberg.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Road-Map-to-Holland-Jennifer-Graf-Groneberg.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Road-Map-to-Holland-Jennifer-Graf-Groneberg.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/0451222954/
#MetaforaWelcometoHolland #DiagnosissindromDownpadabayi #DuatahunpertamapengasuhanAvery #Dukungankeluargadankomunitas #Kemanusiaanpenyandangdisabilitas #RoadMaptoHolland
Road Map to Holland adalah memoar Jennifer Graf Groneberg tentang dua tahun pertama kehidupannya sebagai ibu dari Avery, salah satu putra kembarnya yang didiagnosis sindrom Down beberapa hari setelah lahir. Buku ini memadukan kisah keluarga, refleksi emosional, dan informasi praktis bagi orang tua yang baru menghadapi diagnosis serupa. Judulnya merujuk pada Welcome to Holland, esai Emily Perl Kingsley yang menggambarkan pengalaman membesarkan anak penyandang disabilitas seperti merencanakan perjalanan ke Italia, tetapi tiba di Belanda dan perlu belajar mengenali nilai dari tempat yang tidak direncanakan itu. Namun, Groneberg tidak memakai metafora tersebut untuk menutupi kesedihan atau kesulitan. Ia menggunakannya sebagai titik awal untuk menata ulang harapan, menghadapi ketakutan, dan menemukan arah ketika rencana keluarga berubah mendadak. Dengan sudut pandang orang pertama yang terbuka, buku ini menelaah masa awal pengasuhan, tekanan medis dan sosial, dinamika keluarga, serta proses melihat anak dengan sindrom Down sebagai pribadi utuh, bukan sekadar diagnosis.