Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/0735679665?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Software-Requirements-Karl-Wiegers.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/the-practical-guide-to-creating-user-stories-how-to/id1551036508?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Software+Requirements+Karl+Wiegers+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Software-Requirements-Karl-Wiegers.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Software-Requirements-Karl-Wiegers.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Software-Requirements-Karl-Wiegers.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/0735679665/
#kebutuhanbisnisdanpengguna #elisitasipemangkukepentingan #kebutuhanfungsionaldandata #matriksketerlacakan #analisisdampakperubahan #SoftwareRequirements
Software Requirements edisi ketiga adalah buku panduan rekayasa kebutuhan perangkat lunak karya Karl Wiegers dan Joy Beatty. Buku nonfiksi profesional ini membahas cara menerjemahkan masalah bisnis, kebutuhan pengguna, dan batasan teknis menjadi kesepakatan kerja yang cukup jelas untuk dibangun, diuji, dan dikelola. Fokusnya bukan sekadar menulis dokumen kebutuhan yang panjang. Penulis menempatkan kebutuhan sebagai sarana komunikasi antara pelanggan, pengguna, analis bisnis, manajer proyek, pengembang, dan penguji. Karena itu, pembahasannya mencakup proses lengkap, mulai dari memahami tujuan bisnis, mengidentifikasi pemangku kepentingan, menggali informasi, menganalisisnya, menuliskan spesifikasi, memvalidasi hasilnya, hingga menangani perubahan. Edisi ini juga memperluas perhatian pada kebutuhan data, kebutuhan nonfungsional, penggunaan model visual, dan konteks proyek yang berbeda. Gaya bukunya praktis dan sistematis, dengan praktik kerja, contoh bentuk dokumen, serta pertimbangan keputusan yang dapat dipakai tim. Tujuan utamanya adalah mengurangi salah paham sejak awal, sehingga tim membangun solusi yang bernilai dan lebih mudah dikendalikan.