Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/B004EIMFES?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Still-Procrastinating%3A-The-No-Regrets-Guide-to-Getting-It-Done-Joseph-Ferrari.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/still-procrastinating-the-no-regrets-guide-to-getting/id407400686?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Still+Procrastinating+The+No+Regrets+Guide+to+Getting+It+Done+Joseph+Ferrari+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Still-Procrastinating-Joseph-Ferrari.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Still-Procrastinating-Joseph-Ferrari.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Still-Procrastinating-Joseph-Ferrari.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/B004EIMFES/
#prokrastinasikronis #sabotasediri #penghindarankecemasan #penundaanakademikdankerja #biayapeluangkeuangan #StillProcrastinating
Still Procrastinating: The No Regrets Guide to Getting It Done adalah buku psikologi populer dan pengembangan diri karya Joseph R. Ferrari, profesor psikologi yang lama meneliti perilaku menunda. Buku ini membahas prokrastinasi kronis, yaitu kebiasaan sengaja menunda memulai atau menyelesaikan tugas sampai penundaan itu sendiri menimbulkan ketidaknyamanan. Fokusnya bukan sekadar menyusun jadwal, membuat daftar tugas, atau mencari cara agar lebih sibuk. Ferrari berpendapat bahwa pada banyak orang, penundaan yang berulang berakar pada kecenderungan menyabotase diri, serta pada emosi yang ingin dihindari, seperti takut gagal, takut mengambil keputusan yang keliru, rasa bersalah, dan penyesalan. Dengan bertumpu pada lebih dari dua dekade riset tentang prokrastinasi, ia mengajak pembaca melihat pola penundaan secara lebih jujur. Pembahasannya mencakup dampak pada studi, pekerjaan, kepribadian, keadaan emosional, dan keputusan keuangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca memahami penyebab yang mempertahankan kebiasaan menunda, sehingga solusi yang dipilih tidak berhenti pada pengaturan waktu yang dangkal.