Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1733338578?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Taking-the-Cape-Off-Patrick-J-Kenny.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/taking-the-cape-off-how-to-lead-through-mental/id1602291899?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Taking+the+Cape+Off+Patrick+J+Kenny+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Taking-the-Cape-Off-Patrick-J-Kenny.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Taking-the-Cape-Off-Patrick-J-Kenny.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Taking-the-Cape-Off-Patrick-J-Kenny.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1733338578/
#Metaforajubahpahlawan #Bunuhdiridandukakeluarga #Stigmapenyakitmental #Kepemimpinanrentan #Komunikasikesehatanmental #TakingtheCapeOff
Taking the Cape Off karya Patrick J. Kenny adalah buku pengembangan diri dan kepemimpinan yang berangkat dari pengalaman pribadi seorang kepala pemadam kebakaran. Kenny menulis setelah putranya, Sean, meninggal akibat bunuh diri pada usia 20 tahun, setelah perjuangan panjang menghadapi penyakit mental. Judulnya memakai metafora jubah pahlawan, atau cape, untuk menggambarkan keyakinan seorang pemimpin dan ayah bahwa ia harus mampu melindungi semua orang. Buku ini menguji keyakinan tersebut ketika perlindungan, kasih sayang, dan tanggung jawab tidak dapat mengendalikan penyakit mental maupun mencegah kehilangan. Dengan bahasa yang ditujukan bagi pembaca umum, Kenny membahas duka, rasa gagal, stigma, komunikasi, serta kemungkinan kembali menjalankan peran kepemimpinan. Ini bukan buku klinis tentang diagnosis atau terapi, melainkan panduan reflektif yang menghubungkan pengalaman keluarga dengan tuntutan kepemimpinan di profesi bertekanan tinggi. Tujuannya adalah membantu pembaca memahami batas kendali mereka, berbicara lebih terbuka tentang kesehatan mental, dan merespons penderitaan tanpa menyederhanakannya.