Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/0062104527?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/The-Myth-of-Persecution-Candida-Moss.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/the-lavender-scare-the-cold-war-persecution-of/id1649575106?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=The+Myth+of+Persecution+Candida+Moss+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_The-Myth-of-Persecution-Candida-Moss.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_The-Myth-of-Persecution-Candida-Moss.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_The-Myth-of-Persecution-Candida-Moss.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/0062104527/
#PenganiayaanRomawiyangtidakberkelanjutan #Kritiksumberkisahmartir #KematianmuliaYahudidanYunani #Eusebiusdanortodoksi #Kompleksmartirmodern #TheMythofPersecution
The Myth of Persecution karya Candida Moss adalah buku sejarah populer berbasis kajian akademik tentang martir dan kekerasan terhadap orang Kristen pada tiga abad pertama Kekaisaran Romawi. Diterbitkan pada 2013, buku ini menantai gambaran yang sangat dikenal, bahwa umat Kristen mula mula hidup selama tiga ratus tahun di bawah penindasan Romawi yang terus menerus dan terkoordinasi. Moss tidak menyatakan bahwa tidak ada orang Kristen yang dihukum atau dibunuh. Tujuan utamanya adalah membedakan peristiwa kekerasan yang benar benar terjadi, penuntutan lokal yang terbatas, dan cerita martir yang kemudian dibentuk ulang untuk kebutuhan teologis, gerejawi, serta politik. Ia menilai banyak kisah tersebut memakai pola sastra yang juga ditemukan dalam tradisi Yahudi, Yunani, dan Romawi tentang kematian yang mulia. Dengan membaca sumber secara kritis, Moss mengajak pembaca menilai bagaimana ingatan keagamaan dibangun. Buku ini juga mempertanyakan dampak modern dari bahasa penganiayaan, terutama ketika dipakai untuk membayangkan diri sebagai kelompok yang selalu terancam.