Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1637580142?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/There%26%23039%3Bs-No-Free-Lunch%3A-250-Economic-Truths-David-L-Bahnsen.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/free-lunch/id1639464778?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=There+039+s+No+Free+Lunch+250+Economic+Truths+David+L+Bahnsen+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_There%27s-No-Free-Lunch-David-L-Bahnsen.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_There%27s-No-Free-Lunch-David-L-Bahnsen.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_There%27s-No-Free-Lunch-David-L-Bahnsen.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1637580142/
#Kelangkaandanbiayapeluang #Penilaiankebijakanberdasarkanhasil #Pembagiankerja #Kapitalismekroni #Kritikterhadapsosialisme #There039sNoFreeLunch
There s No Free Lunch, 250 Economic Truths, karya David L. Bahnsen, adalah pengantar ekonomi populer yang membela pasar bebas melalui 250 gagasan singkat. Terbit pada 2021, buku ini tidak disusun sebagai buku teks dengan model matematika atau grafik. Bahnsen memilih kutipan dan prinsip dari pemikir ekonomi yang dikenal luas dalam tradisi ekonomi pasar, lalu menambahkan penjelasan ringkas untuk menghubungkannya dengan perdebatan publik masa kini. Judulnya merangkum premis utama buku, yaitu setiap pilihan ekonomi memiliki biaya, meskipun biaya itu sering dipindahkan, disembunyikan, atau ditanggung oleh pihak lain. Dengan kerangka konservatif dan Kristen yang jelas, Bahnsen berupaya menjelaskan mengapa kebebasan bertukar, kepemilikan, kerja, dan kerja sama sukarela dianggap penting bagi kemakmuran serta martabat manusia. Cakupannya meliputi kelangkaan, upah minimum, pembagian kerja, kapitalisme kroni, dan sosialisme. Format satu halaman per pokok membuatnya mudah dibaca bertahap, tetapi tujuannya tetap serius, yaitu melatih pembaca menilai kebijakan dari akibat nyata, bukan dari niat baik yang diklaim.