Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/0691235341?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/We-Have-Never-Been-Woke%3A-The-Cultural-Contradictions-of-a-New-Elite-Musa-al-Gharbi.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/hypocrazy-surviving-in-a-world-of-cultural/id1790130735?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=We+Have+Never+Been+Woke+The+Cultural+Contradictions+of+a+New+Elite+Musa+al+Gharbi+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_We-Have-Never-Been-Woke-Musa-al-Gharbi.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_We-Have-Never-Been-Woke-Musa-al-Gharbi.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_We-Have-Never-Been-Woke-Musa-al-Gharbi.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/0691235341/
#kapitalissimbolik #ekonomipengetahuan #Awokening #kelebihanproduksielite #egalitarianismeanalitis #WeHaveNeverBeenWoke
We Have Never Been Woke karya sosiolog Musa al-Gharbi adalah kajian sosiologi politik dan ekonomi budaya tentang hubungan yang tampak paradoks. Di satu sisi, bahasa tentang keberagaman, antirasisme, feminisme, dan keadilan sosial makin dominan dalam institusi berpendidikan. Di sisi lain, ketimpangan ekonomi dan sosial tetap besar, bahkan meningkat. Buku ini tidak terutama menyerang cita-cita kesetaraan. Fokusnya adalah kelas profesional baru yang disebut al-Gharbi sebagai kapitalis simbolik, yaitu orang-orang yang bekerja dengan kata, gagasan, citra, data, dan pengetahuan di bidang seperti pendidikan, media, organisasi nirlaba, serta sektor profesional. Menurutnya, banyak anggota kelompok ini sungguh percaya pada nilai progresif, tetapi posisi dan praktik mereka sering ikut mempertahankan ketimpangan. Dengan memadukan data sosial, sejarah perubahan budaya, dan analisis kelas, buku ini menjelaskan bagaimana bahasa keadilan sosial dapat menjadi sumber status, legitimasi, dan kekuasaan. Tujuannya adalah menguji jarak antara identitas moral, tindakan nyata, dan akibat materialnya bagi kelompok yang kurang diuntungkan.