Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/B005ZE5AT2?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/When-Perfect-Isn%26%23039%3Bt-Good-Enough-Martin-M-Antony-PhD.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/when-perfect-isnt-good-enough-strategies-for-coping/id1650095478?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=When+Perfect+Isn+039+t+Good+Enough+Martin+M+Antony+PhD+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_When-Perfect-Isn%27t-Good-Enough-Martin-M-Antony-PhD.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_When-Perfect-Isn%27t-Good-Enough-Martin-M-Antony-PhD.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_When-Perfect-Isn%27t-Good-Enough-Martin-M-Antony-PhD.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/B005ZE5AT2/
#standarkaku #pikiranhitamputih #eksperimenperilaku #pemeriksaanberulang #paparanketidaksempurnaan #WhenPerfectIsn039tGoodEnough
When Perfect Isn't Good Enough adalah buku bantuan mandiri berbasis terapi perilaku kognitif, atau CBT, karya psikolog Martin M. Antony dan Richard P. Swinson. Buku ini membahas perfeksionisme bukan sekadar sebagai keinginan untuk bekerja dengan baik, melainkan sebagai pola standar yang terlalu kaku, ketakutan besar terhadap kesalahan, dan kebiasaan menilai diri secara keras. Tujuannya bukan menyuruh pembaca berhenti peduli pada mutu. Sebaliknya, buku ini membantu membedakan antara usaha yang sehat dan perfeksionisme yang menguras waktu, memicu kecemasan, serta menghambat tindakan. Edisi revisinya menggabungkan penjelasan psikologis dengan latihan terstruktur, sehingga bentuknya lebih mendekati panduan kerja daripada bacaan inspiratif. Pembaca diajak memeriksa bagaimana pikiran, emosi, aturan pribadi, dan perilaku seperti menunda, mengecek berulang kali, atau menghindari penilaian saling memperkuat. Cakupannya juga menghubungkan perfeksionisme dengan kekhawatiran, depresi, kemarahan, kecemasan sosial, citra tubuh, pekerjaan, dan relasi. Fokus utamanya adalah membangun standar yang realistis dan fleksibel, sambil tetap bertindak efektif ketika hasil tidak dapat dijamin sempurna.