Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1982128380?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Bubble-in-the-Sun-Christopher-Knowlton.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/bubble-in-the-sun-unabridged/id1492775813?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Bubble+in+the+Sun+Christopher+Knowlton+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Bubble-in-the-Sun-Christopher-Knowlton.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Bubble-in-the-Sun-Christopher-Knowlton.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Bubble-in-the-Sun-Christopher-Knowlton.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1982128380/
#BoomtanahFlorida1920an #Spekulasibinder #CoralGablesdanMiamiBeach #PengeringanEverglades #KreditmudahdanDepresiBesar #BubbleintheSun
Bubble in the Sun karya Christopher Knowlton adalah sejarah naratif tentang ledakan spekulasi tanah di Florida pada dekade 1920-an, terutama di kawasan seperti Miami Beach, Coral Gables, dan Boca Raton. Buku nonfiksi ini menggabungkan sejarah bisnis, perkembangan kota, budaya Zaman Jazz, dan sejarah lingkungan untuk menjelaskan mengapa Florida tampak sebagai tempat yang menjanjikan kekayaan tanpa batas. Knowlton mengikuti para pengembang, investor, perantara, promotor, dan pendatang yang membangun serta menjual impian tentang kehidupan tropis modern. Namun, di balik kemewahan hotel, rencana kota bergaya Mediterania, dan kenaikan harga tanah yang cepat, terdapat transaksi spekulatif, pembiayaan yang rapuh, infrastruktur yang kewalahan, serta kerusakan ekologis. Judulnya juga menandai tesis besar buku ini, yaitu bahwa keruntuhan pasar properti Florida bukan sekadar kisah lokal. Knowlton menempatkannya sebagai peringatan awal tentang kelemahan ekonomi Amerika pada akhir 1920-an, yang kemudian berhubungan dengan jalan menuju Depresi Besar. Fokus utamanya bukan hanya siapa yang menang atau kalah, melainkan mekanisme sosial dan finansial yang membuat euforia kolektif terasa masuk akal sampai akhirnya runtuh.