Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/B00KMAZJL8?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Drugged%3A-The-Science-and-Culture-Behind-Psychotropic-Drugs-Richard-J-Miller.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/drugged-the-science-and-culture-behind-psychotropic/id883364862?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Drugged+The+Science+and+Culture+Behind+Psychotropic+Drugs+Richard+J+Miller+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Drugged-Richard-J-Miller.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Drugged-Richard-J-Miller.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Drugged-Richard-J-Miller.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/B00KMAZJL8/
#Morfindanopioid #ReseptorGABAA #Antipsikotikdanantidepresan #LSDdanmeskalin #Sejarahbudayazatpsikotropika #Drugged
Drugged: The Science and Culture Behind Psychotropic Drugs adalah buku sains populer karya Richard J. Miller, seorang ahli farmakologi, yang membahas zat zat psikotropika, yaitu senyawa yang mengubah persepsi, kesadaran, suasana hati, atau perilaku. Buku ini tidak memperlakukan obat semata mata sebagai masalah medis atau kriminal. Miller menempatkannya dalam sejarah panjang manusia, dari pemakaian tumbuhan dan minuman dalam ritual keagamaan, sampai lahirnya obat modern untuk nyeri dan gangguan jiwa. Cakupannya luas, meliputi morfin dan heroin, alkohol, kafein, ganja, kokain, halusinogen seperti LSD, serta antidepresan dan antipsikotik. Tujuan utamanya adalah menjelaskan bagaimana zat zat tersebut bekerja di otak, bagaimana mereka ditemukan dan dikembangkan, serta mengapa masyarakat memberi makna yang sangat berbeda pada masing masing zat. Dengan menghubungkan reseptor, neurotransmiter, industri farmasi, sejarah kolonial, dan kebiasaan sehari hari seperti minum teh atau kopi, Miller menunjukkan bahwa batas antara obat, racun, terapi, dan kebiasaan budaya tidak pernah sesederhana yang sering dibayangkan.