Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/0525533834?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/No-Hard-Feelings%3A-The-Secret-Power-of-Embracing-Emotions-at-Work-Liz-Fosslien.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/wisdom-at-work-the-making-of-a-modern-elder-unabridged/id1434131599?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=No+Hard+Feelings+The+Secret+Power+of+Embracing+Emotions+at+Work+Liz+Fosslien+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_No-Hard-Feelings-Liz-Fosslien.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_No-Hard-Feelings-Liz-Fosslien.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_No-Hard-Feelings-Liz-Fosslien.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/0525533834/
#Keputusanrasionaldanemosi #Interpretasiemailkerja #Umpanbalikyangtidaknyaman #Penularanemosiditim #Keaslianprofesionaldanbatas #NoHardFeelings
No Hard Feelings: The Secret Power of Embracing Emotions at Work adalah buku nonfiksi bisnis dan pengembangan organisasi karya Liz Fosslien dan Mollie West Duffy. Buku ini membahas persoalan yang sering dianggap tidak profesional, yaitu emosi di tempat kerja. Dengan memadukan gagasan dari psikologi, ekonomi perilaku, desain organisasi, pengalaman kerja, dan ilustrasi dua warna, penulis menolak dua kutub yang sama-sama merugikan. Pertama, budaya kerja yang menganggap perasaan harus disembunyikan. Kedua, kebiasaan meluapkan setiap emosi tanpa mempertimbangkan dampaknya pada orang lain. Tujuan buku ini bukan mengajak pembaca menjadi lebih emosional, melainkan lebih cakap mengenali, menafsirkan, mengomunikasikan, dan mengatur emosi. Pembahasannya mencakup pengambilan keputusan, umpan balik, komunikasi digital, suasana hati rekan kerja, konflik, serta batas antara keterlibatan dan kelelahan. Nada buku ini ringan dan humoris, tetapi fokusnya praktis. No Hard Feelings menawarkan bahasa yang lebih realistis untuk memahami bahwa kerja kolaboratif selalu melibatkan perasaan, bahkan ketika organisasi berusaha tampak sepenuhnya rasional.