Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/B002WC7WPK?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/The-Conscience-of-a-Conservative-Barry-Goldwater.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/the-conscience-of-a-conservative/id1641946869?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=The+Conscience+of+a+Conservative+Barry+Goldwater+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_The-Conscience-of-a-Conservative-Barry-Goldwater.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_The-Conscience-of-a-Conservative-Barry-Goldwater.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_The-Conscience-of-a-Conservative-Barry-Goldwater.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/B002WC7WPK/
#kebebasanindividu #pemerintahanfederalterbatas #tanggungjawabpribadi #federalismekonstitusional #antikomunismePerangDingin #TheConscienceofaConservative
The Conscience of a Conservative adalah manifesto politik tahun 1960 yang diterbitkan atas nama Senator Arizona, Barry Goldwater, dengan L. Brent Bozell Jr. diketahui berperan besar dalam penulisannya. Buku singkat ini bukan kajian akademik yang netral, melainkan pernyataan prinsip yang tegas mengenai konservatisme Amerika pada masa ketika perluasan peran pemerintah federal memperoleh dukungan luas dari kedua partai. Goldwater berusaha mendefinisikan kembali konservatisme sebagai filsafat politik yang utuh, bukan sekadar penolakan terhadap pajak tinggi atau pembelaan kepentingan bisnis. Pusat argumennya adalah kebebasan individu, tanggung jawab pribadi, pemerintahan terbatas, federalisme, dan pertahanan nasional yang kuat. Ia juga mengkritik kaum Republik yang, menurutnya, menerima terlalu banyak warisan kebijakan New Deal. Buku ini penting secara historis karena membantu menghidupkan gerakan konservatif modern dan meningkatkan profil nasional Goldwater menjelang pencalonannya sebagai presiden pada 1964. Namun, pembaca masa kini perlu membacanya sebagai dokumen ideologis dari konteks Perang Dingin, bukan sebagai jawaban final bagi seluruh persoalan politik modern.