Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1324021918?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/The-Hidden-Spring%3A-A-Journey-to-the-Source-of-Consciousness-Mark-Solms.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/the-hidden-spring-a-journey-to-the-source-of-consciousness/id1652647199?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=The+Hidden+Spring+A+Journey+to+the+Source+of+Consciousness+Mark+Solms+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_The-Hidden-Spring-Mark-Solms.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_The-Hidden-Spring-Mark-Solms.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_The-Hidden-Spring-Mark-Solms.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1324021918/
#Asumsikortikal #Batangotak #Sistemaktivasiretikular #Perasaandanhomeostasis #Kesalahanprediksibiologis #TheHiddenSpring
The Hidden Spring: A Journey to the Source of Consciousness adalah buku sains populer dan filsafat pikiran karya neuropsikolog Mark Solms. Buku ini membahas pertanyaan mendasar tentang kesadaran, yaitu mengapa aktivitas biologis tertentu terasa sebagai pengalaman dari sudut pandang orang pertama. Solms menolak anggapan umum bahwa kesadaran terutama dihasilkan oleh korteks serebral, bagian otak yang sering dikaitkan dengan bahasa, penalaran, dan persepsi yang rumit. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa dasar kesadaran terletak pada sistem pengatur perasaan di batang otak. Dalam kerangkanya, manusia bukan terutama mesin berpikir yang kebetulan memiliki emosi, melainkan makhluk yang merasa dan menggunakan pikiran untuk membantu bertahan hidup. Solms menggabungkan neuropsikologi klinis, riset emosi, psikoanalisis, teori evolusi, serta gagasan pemrosesan prediktif. Tujuan bukunya bukan sekadar memindahkan lokasi kesadaran di peta otak, melainkan membangun penjelasan biologis tentang perasaan, kebutuhan tubuh, dan pengalaman subjektif tanpa mengabaikan data klinis maupun realitas batin manusia.