Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/B077VVGN82?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/The-Places-That-Scare-You%3A-A-Guide-to-Fearlessness-in-Difficult-Times-Pema-Ch%C3%B6dr%C3%B6n.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/the-places-that-scare-you-a-guide-to-fearlessness/id1417669082?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=The+Places+That+Scare+You+A+Guide+to+Fearlessness+in+Difficult+Times+Pema+Ch+dr+n+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_The-Places-That-Scare-You-Pema-Ch%C3%B6dr%C3%B6n.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_The-Places-That-Scare-You-Pema-Ch%C3%B6dr%C3%B6n.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_The-Places-That-Scare-You-Pema-Ch%C3%B6dr%C3%B6n.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/B077VVGN82/
#Tigapraktiksulit #Kebaikandasarmanusia #Melunakdalamkesulitan #Ucapansiasia #Ketidakberpijakan #ThePlacesThatScareYou
The Places That Scare You: A Guide to Fearlessness in Difficult Times adalah buku pengembangan batin berbasis ajaran Buddhis karya Pema Chödrön, seorang biarawati dan pengajar dalam tradisi Vajrayana Tibet. Buku ini membahas cara menghadapi rasa takut, kehilangan, konflik, ketidakpastian, dan emosi menyakitkan tanpa menjadikannya alasan untuk menutup diri. Pokok gagasan Chödrön sederhana tetapi menuntut praktik, yaitu keadaan sulit dapat membuat seseorang semakin keras, defensif, dan penuh penolakan, atau justru melunakkan hati serta memperluas belas kasih. Ia tidak menawarkan cara untuk menghapus pengalaman tidak nyaman secara cepat. Sebaliknya, ia mengajak pembaca mengenali pola kebiasaan yang membuat kita lari dari kenyataan, lalu belajar tinggal bersama pengalaman itu dengan perhatian dan keterbukaan. Dengan bahasa yang mudah diakses, buku ini menerjemahkan prinsip meditasi dan welas asih ke dalam persoalan sehari-hari. Tujuannya bukan membangun keberanian yang agresif, melainkan keberanian untuk hadir, menerima ketidakpastian, dan tetap terhubung dengan diri sendiri maupun orang lain.