Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/B07CSGGZJG?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/The-Great-Leveler-Walter-Scheidel.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/the-great-leveler-violence-and-the-history/id1645581800?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=The+Great+Leveler+Walter+Scheidel+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_The-Great-Leveler-Walter-Scheidel.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_The-Great-Leveler-Walter-Scheidel.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_The-Great-Leveler-Walter-Scheidel.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/B07CSGGZJG/
#EmpatPenunggangKudaPemerataan #Perangmobilisasimassal #Revolusitransformatif #Pandemimematikan #Batasketimpangan #TheGreatLeveler
The Great Leveler karya Walter Scheidel adalah buku sejarah ekonomi global, yang menelaah hubungan antara kekerasan dan ketimpangan material dari zaman prasejarah hingga abad ke dua puluh satu. Scheidel, sejarawan dari Stanford, menyusun kajian lintas ribuan tahun untuk menguji pertanyaan yang sangat tidak nyaman, yaitu apakah ketimpangan besar pernah benar benar turun melalui cara damai. Jawabannya cenderung suram. Menurut bukti historis yang ia kumpulkan, penurunan ketimpangan yang tajam dan bertahan lama terutama muncul setelah guncangan ekstrem yang menghancurkan kekayaan, kekuasaan, atau struktur sosial yang lama. Buku ini bukan pembelaan terhadap kekerasan. Justru, tujuannya adalah menunjukkan biaya manusia yang sangat besar di balik episode episode pemerataan yang sering dipandang positif. Dengan memadukan sejarah kuno, demografi, data kekayaan, dan sejarah politik modern, Scheidel menawarkan kerangka luas untuk memahami mengapa pertumbuhan ekonomi yang damai sering berjalan bersama konsentrasi kekayaan. Hasilnya adalah analisis ambisius tentang batas, kemungkinan, dan dilema kebijakan pemerataan.